Obesitas menurut wildman et al 2005

Wilayah perkotaan berhubungan dengan obesitas karena peningkatan jumlah orang yang tinggal di perkotaan. DXA adalah metode yang paling akurat, tetapi tidak praktis untuk dilapangan. Aktivitas fisik menurunkan obesitas sentral melalui penggunaan lemak dari daerah perut, sebagai hasil redistribusi jaringan adiposa.

Pengukuran menggunakan lingkar perut lebih cocok sebagai prediktor kematian pada usia lebih dari 65 tahun dibandingkan dengan IMT Baik et al.

Besar Keluarga Besar keluarga merupakan jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Hal ini diperparah dengan kebiasaan mengkonsumsi makanan jajanan yang kurang sehat dengan kandungan kalori tinggi tanpa disertai konsumsi sayur dan buah yang cukup sebagai sumber serat.

Smoking and weight loss attempts in overweight and normal-weight adolescents. WHO menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik sedang per hari selama 30 menit. Penyakit genetik Penyakit genetic yang sering membuat obesitas adalah Bardet-biedl dan Prader Willi Muller dalam Adiwinanto, Oleh karena itu, anak dalam rentang usia ini perlu mendapat perhatian dari sudut perubahan pola makan sehari- hari karena makanan yang biasa dikonsumsi sejak masa anak akan membentuk pola kebiasaan makan selanjutnya.

Lemak mempunyai kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas. Ketiga, predisposisi gen yang secara bebas menyebabkan penyakit kardiometabolik. Am J Clin Nutr, ; Pada prinsipnya, kebutuhan gizi anak usia tahun adalah tinggi kalori dan protein, karena pada masa ini tubuh sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat.

Kriteria Bmi Asia Pasifik Who

Selain itu juga ketersediaan dan harga dari junk food yang mudah terjangkau akan berisiko menimbulkan obesitas. Perubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan gaya hidup, pola makan, serta peningkatan pendapatan mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi.

Massa lemak visceral meningkat ketika konsentrasi estrogen menurun dan konsentrasi testosteron meningkat. Jumlah energi yang dikeluarkan pada waktu melakukan aktivitas fisik tergantung dari durasi, waktu, dan frekuensi WHO Kelainan Hipotalamus Kelainan pada hipotalamus yang mempengaruhi nafsu makan dan berakibat terjadinya obesitas, sebagai akibat dari kraniofaringioma, leukemia serebral, trauma kepala dan lain-lain Obesitas dapat dibedakan berdasarkan kondisi sel dalam tubuhnya, yaitu: WHO menyatakan, obesitas meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler, sindrom metabolik, gangguan toleransi glukosa, diabetes tipe 2, hipertensi, batu empedu, dislipidemia, susah napas, sleep apnoea, hyperuricaemia, gout, ketidaknormalan produksi hormon, polysistic ovary syndrome, ketidaksuburan, masalah psikososial, dan beberapa tipe kanker.

Adapun kriteria obesitas sentral di wilayah Asia Pasifik adalah lingkar perut! Obesitas sentral berhubungan dengan kadar adiponektin yang merupakan faktor kardioprotektif.

Exercise berperan pada penurunan lemak tubuh khususnya lemak perut Irwin et al. Beberapa penelitian sebelumnya menemukan bahwa penurunan aktivitas fisik berhubungan dengan peningkatan lingkar perut Erem et al. Pada umur lebih tua terjadi penurunan massa otot dan perubahan beberapa jenis hormon yang memicu penumpukan lemak perut.(Li et al., ).

Peningkatan prevalensi obesitas sentral berdampak pada munculnya berbagai penyakit degeneratif seperti aterosklerosis (Lee et al., ), penyakit kardiovaskuler (Wildman et al., ), diabetes tipe 2 (Wang et al., ), batu empedu.

Faktor Risiko Obesitas Sentral Pada Orang Dewasa Di Sulawesi Utara, Gorontalo Dan Dki Jakarta

glukoneogenesis, dan proteolisis (W ilborn et al, ). f. Dampak penyakit lain Faktor terakhir penyebab obesitas adalah karena dampak/sindroma dari penyakit lain. Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan obesitas adalah hypogonadism, Cushing syndrome, hypothyroidism, insulinoma, craniophryngioma dan gangguan lain pada hipotalamus.

Beberapa anggapan menyatakan bahwa. metabolik dan penyakit kardiovaskuler (Wildman et al., ).Hasil Riskesdas menunjukkan bahwa prevalensi obesitas sentral di Indonesia meningkat dari. faktor risiko obesitas sentral pada orang dewasa di sulawesi utara, gorontalo dan dki jakarta elya sugianti departemen gizi masyarakat fakultas ekologi manusia.

Misra et al., ). Prevalensi obesitas di negara-negara di wilayah Asia Tenggara bervariasi antara 1 – 6,5% pada laki-laki dan 1,3 - 26% pada perempuan. Obesitas II 30,0 – 40,0 Obesitas III >40 Sumber: Maurice ES et al edisi VIII, Lea & Febinger,

Obesitas menurut wildman et al 2005
Rated 0/5 based on 61 review